Senin, 24 Oktober 2011

Curug Srigethuk__gn. Kidul bukan b'arti krisi air

area persawahan, jalan setapak menuju air terjunnya.













Here it is my touring yang laennya... going to Curig Srigethuk: ada di Desa Bleberan, Playen, Gunung Kidul.


Gunung KiduL,.. biasanya kalau dengar Gunung kidul kdg kepikiran ttg daerahnya yang kering. Tapi di Bleberan ini kata 'kering' tak berlaku.
Di kawasan ini, air mengalir di mana-mana. Airnya jernih dan melimpah. Enak dipandang dan ngademin. Pinginnya nyeblung melulu.




sungai-sungai kecil disekitar jalan setapak.

anak-anak penduduk sekitar
 
 
ini nih, curugnya...

My first in Candi Banyunibo + Candi Barong

Candi Banyunibo


Hehe... ini salah satu touring-ku...
Menuju Candi Banyunibo, letaknya tak jauh dari Ratu Boko... Candi Banyunibo ini ada di Desa Cepit, KeL Bokoharjo, Kec Prambanan, Kab Sleman... hemm... kira2 begitu... Bayar 2000, kalau mau masuk TKP-nya.



Pose dulu sebelum lanjut ke Candi Barong
Setelah itu, lanjut ke Candi Baraong. Letaknya bisa dikataken di atasnya Candi Banyunibo, berhubung dari candi barong, bisa lihat candi bayunibo... kira-kira 200 meter dari candi banyunibo.
lebih tepatnya ada di dusun Candisari, desa Sambirejo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman...


Candi Barong ini punya halaman yg cukup luas,..
Dari atas pemandangan lumayan bagus, apalagi kalau sudah beranjak sore. 
Ga' ada salahnya menikmati sunset di Candi Barong... dijamin apik tenan!


Candi Barong tampak depan

Candi Barong-nye tuh...


Candi Barong in the sunset

Samigaluh...


Rumah Pak Dukuh, puncak Nglinggo-nya ketutup kabut.
padahal hari masih terbilang masih sore.
Sebelum lupa, enaknya memang ditulis saja, skaligus sama poto-nya walau tidak terlalu jelas...

jadi pingin ke Samigaluh lagi... 
sebulan KKN di Tegalsari, Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo bikin betah disana. Hawa dingin nan sejuk-nya bener2 ngangenin, warganya pun baek2 dan ramah. 

Yang paling saya tak kan lupa ya, tempatnya yang hijau sama puncak bukit dibelakang rumah pak Dukuh (tempat saya dkk nginep slama KKN). Kalau ga salah namanya Puncak Nglinggo.
Puncak Nglinggo
Disepanjang jalan, bisa ditemui kebuh teh. Dari lokasi KKN aya sih cmn ga' sampai stengah jam. Ancer2nya dari Pasar Plono, belok kanan, jalannya nanjak... >_<;
dari situ bisa liat hamparan teh luas, karena daerahnya tinggi, bisa leluasa liat daerah samigaluh lainnya. 
Pemandangannya keyen!

Untuk tepatnya, Puncak Nglinggo ini, ada di: Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulon Progo, Yogyakarta.

Heemmm.. kapan2 kesana lagi ah,

Minggu, 16 Oktober 2011

-=[ Maketa kunai de. Mirai wa matter yo! ]=-


[jangan patah smangat, masa depan mnanti]
 
Tiap manusia punya waktu yang pasti berlalu.
Aku tau itu...
Tinggal tunggu saja
sambil menghitung jatah hidup yang makin susut.
Tetap pertahankan “sisi diri”
agar tak hilang larut termakan waktu.
Biar saja semua pergi berkelana
bawa nasib masing-masing digenggaman.
Asal jangan turunkan airmata saat tiba perpisahan.
Jangan mengiba saat takdir
bawa diri berloncatan seperti orang gila.
Tetaplah melangkah ke depan.
Dan tak perlu tergesa,
sebab masa depan ada di tiap-tiap nyawa.
Cobalah lebih tegar ‘tuk hadapi tiap kesulitan.
Tak apa sesekali berhenti, sesekali menangis,
lalu mantapkan kaki, teguhkan hati
‘tuk skali lagi melangkah susuri masa depan
yang penuh berbagai macam kemungkinan.

___Manusia tak bisa hidup sendiri___


Rasanya, tak heran ada sbagian orang yang bilang kalau aku ini termasuk tipe penyendiri yang anti social.
Jika diliat dari luar sih, memang bgitu adanya. Toh memang benar. Aku sebisa mungkin, menarik diri di antara kerumunan orang.
Aku pernah berfikir, untuk tidak bersinggungan dengan orang lain.
Kenapa?
Karna aku takut terluka dan melukai.
Terluka itu sakit dan terkadang memilukan, tangis pun kadang keluar tak terbendung.
Sebab itulah... kubangun stinggi mungkin tembok pembatas antara duniaku dan dunia luar sana. Biar tak ada yang menerobos masuk teritori amanku.
“Menolak kehadiran orang lain”
Itu yang ada dipikirku, dengan begitu aku mrasa lebih aman.
Tapi... apa tindakan itu benar?
Sengaja menjauh dari orang-orang, hidup sendiri, menhindari masalah dan mengucilkan diri.
Ada yang bilang...
Pengucilan diri hanya untuk mereka yang siap kesepian. Pilihan ada ditangan manusia. Maukah ia tetap terasing dan aman, atau maukah ia melangkah ke tengah-tengah orang dan merasakan senang-susahnya hidup bersama mereka.
Mendengarnya, aku trasa tertusuk.
karna aku sadar, meski aku tidak berencana memasukkan orang lain dalam agenda emosionalku dengan brsikap cuek... ternyata tetap ada seseorang yang mencoba masuk ke dalam teritoriku walau hanya melalui kata.
Masih ada yang memperhatikan aku, ada yang ingin melangkah bersamaku. Tanpa ku minta, ada yang datang beri bantuan saat ku butuh.
Masalahnya...
Aku takut menerima keberadaan mereka dalam duniaku, aku takut mereka akan mrasa kecewa stelah menerimaku dalam dunianya.
Aku takut mereka akan menjadi hal yang berharga buatku, dan terluka saat mereka hilang.

... manusia tidak mungkin terus-terusan takut pada hidup itu sendiri. Bila ia mau menempuh risiko mengalami kepahitan. Sebagai balasannya akan ada kegembiraan yang ia temui.

Yang ku tau, manusia punya pilihan dan bebas mau memilih apa di antara pilihannya itu. Akan ke mana ia membawa dirinya (atau orang disekitarnya). Hanya ia yang dapat menentukan. Hidup adalah pilihan itu sendiri.

Kamis, 13 Oktober 2011

'cause Allah is always by our side...


"Segala hal dalam hidup ini tidak abadi. Semua akan pergi silih berganti. Kesusahan akan pergi. Kesenangan akan hilang. Akhirnya hanya tinggal urusan kita sendiri dengan Allah saja nantinya."
Waktu baca kalimat itu, aku pernah terbesit…
Saat kesedihan tidak bisa ditahan lagi, boleh saja kita menangis skali-kali,.. stelah menangis, tertawalah kembali. 
Tertawalah. Itu akan menjadi kekuatan untuk terus berjuang menyambut hari. Mungkin untuk sbagian orang, hal sperti itu tidaklah realistis-tidak logis… atau hanya skedar idealisme murahan… 

Apa hanya dengan tertawa, apapun masalah bisa dihadapi?
Yang pasti, bisa saja itu benar adanya…kalau, tertawa adalah kekuatan untuk berjuang. Bukankah Tuhan tidak akan ‘memberikan’ cobaan kpda manusia, jika manusia itu tidak mampu. Yang intinya, setiap cobaan yang dihadapi manusia, tidak akan melebihi kapasitas manusia itu untuk bertahan…

Memang, kadang… airmata dan rasa lelah muncul tiap kali kita mrasa sudah diambang batas ketidakmampuan (yang tanpa sadar kita sendirilah yang membuatnya ada). Namun, itu adalah wajar… karna manusia tidaklah sempurna, nobody’s perfect. Karna itu, tidak apa untuk bersikap lemah, misalnya menangis. 
Tapi tidak lantas trus-trusan lemah lalu pasrah… stelah puas nangis, bangkitlah lalu slesaikan apa yang belum slesai, kejar apa yang perlu dikejar. Ingatlah ditiap kali tawa yang terkembang… itu tanda bahwa kita sadar, kita punya kekuatan untuk bisa mlewati rintangan apapun.

Tertawa adalah bukti kalau kita punya kekuatan untuk maju.
Tidak salahkan, berfikir sperti itu??
Karna kala hati sudah lemah, Allah akan senantiasa beri jalan tuk lalui keadaan terberat…karna sgala urusan kembali kepadaNya.

-= the best way =-


Terlalu banyak pertanyaan dan alasan membuatku makin bingung untuk berpikir dan bertindak.
Sulit untuk bergerak dan sesak buat nafas.
Apa yang perlu dilaku?
Apa yang perlu ditindak?
Saat ini, aku hanya perlu menjalani, mentolerir dan mencari makna di setiap kejadian yang ada.
Walau skali waktu aku menangis karna saking bingung dan takutnya, aku masih tetap berusaha untuk tersenyum dan bahagia, stidaknya ddpan orang lain.